Tobi of Akatsuki Sprite

Selasa, 30 Juli 2013

abstrak e-journal


Abstrak
         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rata-rata membaca puisi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bintan tahun ajaran 2012/2013. Pengumpulan data untuk kemampuan membaca puisi siswa menggunakan teknik tes. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu analisis yang menggambarkan data dalam bentuk statistik. Aspek yang dinilai adalah aspek penghayatan, intonasi, jeda, dan pelafalan. Hasil analisis kemampuan membaca puisi siswa  menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan membaca puisi berdasarkan aspek-aspek yang diteliti yaitu, aspek penghayatan mendapatkan kategori kurang baik dengan rata-rata 1,42, aspek intonasi mendapatkan kategori baik dengan rata-rata 1,81, aspek jeda mendapatkan kategori baik dengan rata-rata 1,77, aspek pelafalan mendapatkan kategori baik dengan rata-rata 2,10. Rata-rata persentase kemampuan membaca puisi berdasarkan kategori kurang baik sebanyak 38,5% , kategori baik sebanyak 59,6%, dan kategori sangat baik sebanyak 1,9%. Jika dilihat dari kategori yang didapat siswa, siswa yang mendapatkan kategori kurang baik sebanyak 20 siswa, yang mendapatkan kategori baik sebanyak 31 siswa, dan yang mendapatkan kategori sangat baik sebanyak 1 siswa. Hasil keseluruhan nilai rata-rata siswa yaitu 1,77 dengan nilai rata-rata minimum yang didapat siswa 1,25 dan nilai rata-rata maksimum yang didapat siswa 3. Jadi, rata-rata kemampuan membaca puisi siswa kelas VII Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Bintan Tahun Ajaran 2012/2013 dapat dikategorikan baik.

Kata Kunci: Kemampuan Membaca Puisi

Abstrak 1


ABSTRAK
Dandy Agung Pratama. 2013. KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BINTAN TAHUN AJARAN   2012/2013. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Kata Kunci : Kemampuan membaca puisi siswa kelas VII
      Keterampilan membaca siswa saat ini masih terbilang sangat rendah, terutama minat membaca puisi. Dalam pembacaan puisi haruslah memperhatikan penghayatan, intonasi, juda, dan pelafalan, sehingga pembacaan puisi bukanlah sekedar membaca teks puisi. Oleh sebab itu, Siswa beranggapan kegiatan membaca puisi merupakan kegiatan yang membosankan, memalukan dan melelahkan, sehingga hasilnya dalam pelajaran puisi terciptalah sebuah suasana yang tidak kondusif. Hanya beberapa siswa yang berminat ditambah dengan guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia.
     Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan bentuk penelitian analisis yang menggunakan teknik tes. Aspek yang dinilai adalah aspek penghayatan, intonasi, jeda, dan pelafalan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bintan Tahun Ajaran 2012/2013 yang masih aktif sekolah berjumlah 52 siswa setelah penarikan sampel. 
       Rata-rata kemampuan membaca puisi berdasarkan aspek-aspek yang diteliti yaitu, aspek penghayatan mendapatkan kategori kurang baik dengan rata-rata 1,42, aspek intonasi mendapatkan kategori baik dengan rata-rata 1,81, aspek jeda mendapatkan kategori baik dengan rata-rata 1,77, aspek pelafalan mendapatkan kategori baik dengan rata-rata 2,10. Rata-rata persentase kemampuan membaca puisi berdasarkan kategori kurang baik sebanyak 38,5% , kategori baik sebanyak 59,6%,dan kategori sangat baik sebanyak 1,9%. Jika dilihat dari kategori yang didapat siswa, siswa yang mendapatkan kategori kurang baik sebanyak 20 siswa, yang mendapatkan kategori baik sebanyak 31 siswa, dan yang mendapatkan kategori sangat baik sebanyak 1 siswa. Hasil keseluruhan nilai rata-rata siswa yaitu 1,77 dengan nilai rata-rata minimum yang didapat siswa 1,25 dan nilai rata-rata maksimum yang didapat siswa 3. Jadi, rata-rata kemampuan membaca puisi siswa kelas VII Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Bintan Tahun Ajaran 2012/2013 dapat dikategorikan baik.

Selasa, 18 Juni 2013


ABSTRAK
Dandy Agung Pratama. 2013. KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BINTAN TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Kata Kunci : Skor penghayatan; Intonasi; Jeda; Pelafalan

Keterampilan membaca siswa saat ini masih terbilang sangat rendah, terutama minat membaca puisi. Dalam pembacaan puisi haruslah memperhatikan penghayatan, intonasi, juda, dan pelafalan, sehingga pembacaan puisi bukanlah sekedar membaca teks puisi. Oleh sebab itu, Siswa beranggapan kegiatan membaca puisi merupakan kegiatan yang membosankan, memalukan dan melelahkan, sehingga hasilnya dalam pelajaran puisi terciptalah sebuah suasana yang tidak kondusif. Hanya beberapa siswa yang berminat ditambah dengan guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan bentuk penelitian analisis yang menggunakan teknik tes. Aspek yang dinilai adalah aspek penghayatan, intonasi, jeda, dan pelafalan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bintan Tahun Ajaran 2012/2013 yang masih aktif sekolah berjumlah 52 siswa setelah penarikan sampel.
Berdasarkan skor penilaian dari hasil penelitian jumlah siswa yang mendapatkan kategori sangat kurang baik dengan nilai 0 – 1 yaitu tidak ada, yang mendapatkan kategori kurang baik dengan nilai 1,1 – 2 sebanyak 7 siswa, yang mendapatkan kategori cukup dengan nilai 2,1 – 3 sebanyak 30 siswa, yang mendapatkan kategori baik dengan nilai 3,1 – 4 sebanyak 14 siswa, dan yang mendapatkan kategori sangat baik dengan nilai 4,1 – 5 sebanyak 1 siswa. Dari hasil skor kriteria penilaian rata-rata kemampuan membaca puisi dapat disimpulkan kemampuan membaca puisi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bintan mendapatkan skor rata-rata 2.8558 yaitu berkategori cukup.

Jumat, 31 Agustus 2012

DI LANDA ANGIN MALAS

wah dah tak terasa lumayan juga yah ini blog tak terisi...kondisinya memang lagi tak bisa nyentuh blog nie..hahahahahaha... ditambah lagi tak tau mau nulis apa... mungkin bulan depan deh akan update lagi perminggu.... jadi pasti adanya update-an puisi, maupun lagu2 yang wajib untuk teman2 bloger puterin di hp nya...


TO BE CONTINUED.....

Kamis, 29 Maret 2012

???

Ini adalah itu
Yang terbangun dari ufuk
Yang mengkilat di seberang senja
Tanpa terfikir
Itu apakah ini?

Jumat, 23 Maret 2012

ITU AKU

aku bisa melihat
hanya dari sebrang
ketika kau melahap isi dunia
nyata, tak tergugat asa
inginku menggapai
tapi terurung oleh waktu dan kisahku
hanya diam
itulah aku

Selasa, 06 Desember 2011

kampng halaman

indah permai suaka semesta
tertutup bingkai dalam kacamata
terlelap tidur sang kasturi bunga
pujaan rindu terkenang jua
terbesit cinta nan jauh di mata

Jumat, 02 Desember 2011

AYAH

AYAH, dalam rindu memanggil
Santunan harap tanganmu
Membasuh setiap tangisanku
Menemani dalam jalan hidupku


Dany Agung Pratam (DAP7)

JALANku














Terasa kasar dan lembut setiap langkah kakiku
Menggores luka kecil disetiap bebatuan
Jalan terurai mengadah dihadapanku
Menarik segala ingin dan harapan
Mudah dan sulit terasa dekat
saling berkejaran terpadu
urai segala kegundahan
yang hilang seketika.
itu jalan ku

Dandy Agung Pratama (DAP7)

Sebuah Tatapan

Indah cahaya matamu
Bertajuk intan terartai
Mengalir selembut anganmu

Tatapan yang kau hadiahkan
Untukku,
Terkenang dalam mimpi liarku
Yang terselubung membungkus
Di balik sebuah rahasia

Rahasia salju mutiara permai
Di bilik keangkuhanmu

Dandy Agung Prtama (DAP7)

ADINDA

Terbuai lanunanmu
Mengarah kesudut tembok bambu
Mengangkasa luar diriku

Inginku bersanding di waktu itu
Terpegang rantai indah rasa ini
Seraya sisa gumpalan bualan

Terang merangkai syahdu,
Dengan benang bersurat illahi
Kulingkar di dadamu


 Dandy Agung Pratama(DA7)



SEBUAH DOA'




Tertanam jiwa raga karyamu
Melindungiku dari nafsu pembunuh
Angkara murka

Tertemani sinar senja
Debu mengguyurku dengan keringatnya
Ku bersujud untukmu

Kau, wahai zad terkuasa sealam raya
Seruan kami hanya untukmu
Sujud sipu kusembahkan
dan telah kuserukan segala hormat

ALLAHUAKHBAR




 Dandy Agung Pratama (DAP7)

Kicauan B U R U N G















Cit. Cuit. Cit. Cuit
Merdu kau kumandangkan
Bak nyanyian surga
Yang mengatur segala alam

Terungkap sudah
Indahmu, dalam persembunyian
Yang bermuara di bawah alam sadar
Yang tertangkap cerahnya pagi

Putarkan sekali lagi nyanyian kedamaian itu,
Wahai burung berkicau di singgah sana teratas

                                          Dandy Agung Pratama (DAP7)
                                          Kijang, 01 Maret 2011

Jumat, 18 November 2011

KEBUDAYAAN JEPANG

SADOU

Sadou, atau yang lebih dikenal dengan nama "Upacara Minum Teh" ala jepang adalah tradisi yang konon kabarnya bermulai sebelum Jaman Edo, atau kira-kira 400 tahun yang lalu. Awal-awalnya, tradisi ini dilakukan oleh kalangan bangsawan atau para samurai di jepang terhadap tamu-tamunya, dan terus berlangsung sampai sekarang dan telah menyentuh masyarakat umum di jepang. Tradisi ini memiliki kurang lebih 300 tata cara dan berbeda menurut musim dan tempat, atau kepada siapa para sadou sensei berguru pada pendahulunya, kabarnya dimulai di Kyoto, kota yang penuh dengan budaya tradisional jepang.

upacara minum teh ini adalah salah satu cara meditasi yang mulai dipopulerkan oleh pendeta Buddha dari kelompok Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen. Kalau Anda mengetahui lebih lanjut pasti akan lebih menakjubkan lagi karena seni minum teh ini harus dipelajari secara khusus dan ada sekitar 36 aliran dari upacara unik ini dan beberapa aliran tertentu juga mempunyai cabang atau aliran baru. Tidak cukup hanya dipelajari atau dipraktekkan saja namun juga harus terus diperdalam dan disempuranakan yang kadang memakan waktu bertahun tahun bahkan mungkin juga seumur hidup.

Karena acara minum teh ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang, maka pengetahuan tuan rumah untuk mengaatur ruangan untuk upacara (chashitsu) yang meliputi pemilihan lukisan dinding (kakejiku) bunga (chabana) sangatlah penting. Peralatan lainya seperti mangkuk keramik, sendok, teh dan sebagainya adalah dibuat khusus untuk upacara ini saja jadi bukan peralatan sehari hari. Berikut saya kitipkan beberapa penjelasan dari wikipedia : "Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut."



Istilah Sadou sensei, yaitu sebutan bagi seorang expert / penyaji dalam hal tata cara Sadou jepang.


Sadou Sensei memperagakan sekaligus menjamu dalam upacara minum teh. Cawan untuk minum teh hijau atau ocha dan wadah untuk menyimpan bubuk ocha (wadah kecil berwarna hitam dikanan) diklasifikasikan sebagai sebuah Sakuhin, atau karya seni jepang. Harganya bisa mahal sekali (kira-kira beberapa ratus ribu atau juta kalau dirupiahkan).

Latar belakang tangga merah adalah display boneka yang hanya dibuat pada kesempatan hinomatsuri, atau hari bagi anak perempuan di jepang. Tangga yang bertingkat-tingkat mendeskripsikan kelas dalam masyarakat jaman dulu, dimulai yang teratas dari prince and princess, pendeta, knight, pemusik, dan miniatur mebel dari mulai lemari pakaian, meja hias. Miniatur-miniatur ini dibuat sangat detail,biasanya diberikan oleh nenek, atau ibu untuk cucu atau anak perempuannya. Walaupun benda-benda ini dijual umum, namun yang tampak di diplay ini adalah buatan sang ibunda.

Oya, kabarnya setelah matsuri ini selesai, tangga itu harus buru-buru diberesin lagi karena konon katanya, kalo enggak, anak perempuan yang ada dirumah tersebut susah nikah.

Salah satu jenis okashi, atau penganan manis yang disajikan sebelum meminum ocha. Rasanya yang manis menjadi penawar bagi rasa ocha yang agak pahit (pingin nambah kuenya : ), tapi ternyata gak boleh dalam acara minum teh ini. Kalo nambah tehnya boleh)



Ada beberapa rule yang dipandang sebagai tata krama tamu dalam acara minum teh. Diantaranya :

1) Membungkuk hormat pada penyaji saat ocha disajikan,

2) Memandang ornament yang ada di cawan dengan penuh perhatian, menghargainya sebagai karya seni sebelum meminum teh dalam cawan tersebut,

3) Membuat percakapan ringan kepada tuan rumah tentang barang-barang seni tersebut, seperti siapa yang membuat, kapan dibuatnya (jangan tanya harganya ya..: ). Dan tentunya....harus duduk *pegel* manis : ).



Demikianlah cerita singkat tentang upacara minum teh yang penuh dengan keanggunan, tata krama, keindahan, sekaligus kesederhanaan dalam tradisi jepang. Jangan khawatir tentang pahitnya rasa ocha, dan pegelnya duduk, karena acara ini (kalau formal) adalah salah satu bentuk penghargaan orang jepang terhadap tamunya. Sayang untuk dilewatkan!

Sabtu, 15 Oktober 2011

LIRIK LAGU

WESTLIFE - WHAT ABOUT NOW
Shadows fill an empty heart
As love is fading,
From all the things that we are
But are not saying
Can we see beyond the stars?
And make it to the dawn?

Change the colors of the sky
And open up to
The ways you made me feel alive,
The ways I loved you
For all the things that never died,
To make it through the night,
Love will find you

What about now,
What about today,
What if you’re making me all that I was meant to be,
What if our love never went away,
What if it’s lost behind words we could never find,
Baby, before it’s too late,
What about now.

The sun is breaking in your eyes
To start a new day
This broken heart can still survive
With a touch of your grace
Shadows fade into the light
I am by your side,
Where love will find you

What about now,
What about today,
What if you’re making me all that I was meant to be,
What if our love had never went away,
What if it’s lost behind words we could never find
Baby, before it’s too late,
What about now.

Now that we’re here,
Now that we’ve come this far,
Just hold on
There is nothing to fear,
For I am right beside you.
For all my life,
I am yours.

What about now?
What about today?
What if you’re making me all that I was meant to be?
What if our love had never went away?
What if it’s lost behind words we could never find?

What about now?
What about today?
What if you’re making me all that I was meant to be?
What if our love had never went away?
What if it’s lost behind words we could never find?
Baby, before it’s too late,
Baby, before it’s too late,
Baby, before it’s too late,
What about now?

Senin, 15 Agustus 2011

Lagu RELIGI

dimulai tahun melenium..penyanyi indonesia baik GRUP-SOLO-DUO atau featuring,,berlomba-lomba untuk membuat single religi,mereka semua ada yang mencoba-coba peruntungan ada juga yang memang telah terjun ke dunia religi setiap tahunnya...dibawah ini beberapa lagu yang ingin saya share kepada teman-teman...check it dot:


Nunung cs - alhamdulillah
Gigi - akhirnya
Zivilia - pintu toubat
Gita gutawa - jalan lurus
ahmad dhani feat Seven dream - Adzan

sampai jumpa dilain waktu lagi bos..tetap akan ku share yang menarik-menarik

Kamis, 19 Mei 2011

ESAI

Pengertian Esai
Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
Tipe-tipe Esai
Ada enam tipe esai, yaitu :
• Esai deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
• Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
• Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
• Esai pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
• Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
• Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.
Ciri-ciri Esai
1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.
Kegiatan Mandiri 1
Bacalah dalam hati contoh esai di bawah ini !
Membumikan Visi Keadilan Sosial Agama
Oleh Ahmad Fuad Fanani
Banyak orang yang berpandangan bahwa agama itu tidak perlu didiskusikan dan diwacanakan, tetapi lebih pas dan tepat untuk diamalkan. Tidak heran bahwa diskusi agama sering sepi dari peminat karena dianggap tidak menarik dan mengubah keadaan, dan belum tentu mendatangkan pahala.
Jika kita kaji, kemunculan ekstrimisme keagamaan dan fanatisme yang mengarah kepada tindakan kekerasan, serta mengancam perdamaian dan demokrasi, adalah salah satu implikasi dari agama yang tidak pernah didiskusikan dan tidak menjadi wacana publik. Sebab, pemahaman keagamaan yang diterima masyarakat menjadi statis, monolitik, mengarah kepada klaim kebenaran, dan tidak muncul berbagai alternatif penafsiran. Padahal sebagaimana ilmu-ilmu lainnya, pengetahuan tentang agama juga mengalami evolusi agar dia tidak menjadi beku dan ketinggalan zaman.
Pada dasarnya semua agama mengajarkan keadilan, keluhuran, dan larangan berbuat kejahatan. Namun, jurang antara agama, idealisme agama, dan pemeluknya yang gagal memahami pesan dasar agamanya memang terjadi di banyak agama. Tidak heran jika agama seringkali menjadi tertuduh atas berbagai konflik sosial, politik, dan kemanusiaan yang terjadi.
Di samping itu, ada satu hal yang menjadi unsur utama dan pertama, dalam kehidupan dan keberagamaan kita, namun jarang sekali dihayati dan diimplementasikan, yaitu keadilan sosial yang sesungguhnya menjadi inti dari ajaran semua agama. Keadilan sosial ini memang dengan mudah kita temukan dalam kitab-kitab suci semua agama. Namun, dalam kehidupan nyata ajaran tentang keadilan sosial ini jarang dibumikan dalam praktik kehidupan. Bahkan, dalam sistem pemerintahan dan model kekuasaan di hampir semua agama pun jarang sekali yang menjadikan keadilan sosial sebagai ruh perjuangan dan dasar gerak dalam menjalankan kekuasaan. Para agamawan pun, meski banyak juga yang fasih dan gemar menyuarakan keadilan sosial sebagai wirid harian dan tema utama ceramahnya, masih banyak yang belum bisa mentransformasikan soal itu dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk moralitas publik yang menjunjung tegaknya kesejahteraan rakyat kecil dan prinsip keadilan.
Hal lain yang menyebabkan agama dan kaum agamawan gagal menjawab tantangan kemanusiaan dan peradaban adalah kita tidak membaca dan belajar dari sejarah. Akibat dari tidak membaca sejarah maka, usaha dalam membina dan membangun bangsa ini bisa gagal. Dalam soal lautan kemiskinan yang terbentang luas selama berabad-abad, hingga kini belum banyak para agamawan yang berpikir untuk mencari jalan keluarnya. Pembangunan yang tidak mengacu pada prinsip keadilan sosialpun masih banyak dipertahankan dan menjadi proyek kesayangan para pejabat.
Dan di atas itu semua, masalah kepemimpinan bangsa ini masih memprihatinkan, yang diurus hanya kekuasaan, dan politik masih banyak dijadikan sebagai profesi dan mata pencaharian para politisi. Rahim bangsa ini masih kikir melahirkan pemimpin yang kreatif. Meski keadaan begitu parah dan memprihatinkan, agama melarang kita berputus asa dan larut dalam kesedihan. Maka kita harus berbuat sebaik-baiknya, seserius-seriusnya, dan semaksimalnya.
Pada keadaan seperti itu, semestinya para agamawan berfungsi dan berdiri paling depan dalam menggelorakan semangat keadilan sosial dalam melindungi kaum miskin , membela rakyat kecil, dan memprotes pemerintah yang korup dan mengejar kepentingan politiknya sendiri. Agama harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi rakyat, misalnya mengapa masih banyak yang tidak bisa makan dan tidak bisa sekolah? Maka, jangan sampai para agamawan justru menjadi pelegitimasi rezim dan pemberi stempel terhadap kebijakan yang dikeluarkan orang kaya, negara, dan kelompok masyarakat yang merugikan rakyat kecil.
Para agamawan harus siap dan rela jika menjadi tidak populer, tidak berlimpah materi, jauh dari kekuasaan, serta kuat menahan diri terhadap segala godaan yang kerap datang merayu dan menggoyahkan iman. Perselingkuhan antara politisi, pengusaha, dan agamawan akan membuat masyarakat awam skeptis dan sinis terhadap peran luhur agama. Agamawan justru harus berani mengingatkan penguasa dan pengusaha yang batil.
Farish Noor dalam artikelnya menyatakan, kemenangan sebuah agama dan agamawan bukanlah terletak pada bagaimana menampilkan agama yang murni dan yang lainnya dianggap salah, namun justru pada komitmennya untuk menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan sosial, prularisme, dan hak-hak kaum minoritas dan kesetaraan jender.
Oleh karenanya, persoalan agama dan keadilan sosial jangan hanya dijadikan wacana saja, tetapi harus dibumikan dalam kehidupan nyata. Agama dan kaum agamawan harus betul-betul mendukung suasana yang kondusif bagi tegaknya keadilan sosial. Kolusi penguasa-pengusaha yang merugikan kehidupan rakyat jelata harus tak jemu dikecam oleh pemuka agama.
Jangan sampai ada tokoh agama dan pengikutnya merasa paling peduli dan teguh menegakkan keadilan sosial serta menentang kezaliman, padahal mereka sendiri berbuat zalim dengan tidak menghargai pemeluk agama lain dan gemar menghakimi keyakinan orang lain. Agama harus betul-betul peduli pada orang yang menderita dan tegas pemihakannya terhadap nasib orang-orang yang papa dan yang termarjinalkan.
Kompas, Rabu 29 November 2006, dengan perubahan seperlunya.

free counters