Tobi of Akatsuki Sprite

Rabu, 12 Januari 2011

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

1.       Metode Kerja kelompok
Cara mengajar , dimana siswa didalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok

Adapun pengelompokkan itu berdasarkan :
§  Adanya alat peraga  yang tidak mencukupi jumlahnya
§  Kemampuan  belajar siswa
§  Minat Khusus
§  Memperbesar partisipasi siswa
§  Pembagian tugas atau pekerjaan
§  Kerjasama yang efektif

Keuntungan  penggunaan metode kelompok :
§  Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas sesuatu masalah
§  Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi
§  Dapat memberikan kesempatan pada para sisw untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu kasus
§  Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif partisipasi dalam diskusi
§  Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan  rasa menghargai panda[pat orang lain

Kekurangan metode ini adalah :
§  Kerja kelompok sering kali hanya menlibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan yang kurang
§  Strategi ini kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yangberbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda pula
§  Keberhasilan kerja kelompok ini tergantung kepada kemampuan sisw memimpin kelompok atau untuk  bekerja sendiri


2.       Metode Penemuan ( Discovery)
Proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan.

Kelebihan metode discovery adalah :
§  Mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan , serta penguasaan  keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa
§  Dapat membangkitkan kegairahan belajar para siswa
§  Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan  kemampuannya masing-masing
§  Mampu mengarahkan cara siswa belajar , sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat
§  Membantu siswa untuk memperkuat  dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri
§  Berpusat pada siswa tiadk pada guru

Kelemahan metode penemuan ini adalah :
§  Siswa harus ada kesiapan dankematangan metal
§  Bila kelas terlalu besar penggunaan tehnik ini kurang berhasil
§  Bagi guru dan siswa yangsudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan metode ini
§  Proses mental terlalu mementingkan proses pengertian saja , kurangmemperhatikan  perkembangan / pembentukan sikap dan keterampilann nagi siswa
§  Tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif

3.       Unit Teaching
Tehnik ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai cara belajar secara unit.
Pengajaran unti ini ada 3 fase :
§  Fase perencanaan/permulaan
o   Guru membagi kelas ke beberapa kelompok
o   Membagi tugas dengan masalah yang akan dibahas
o   Setiap kelompok menunjukkan  pencatatn laporankemajuan dan hasil kerja kelompok
o   Guru menunjukan sumber-sumber untuk memecahkan masalah
§  Fase pengerjaan unit
o   Siswa terjunkelapangan,belajar diperpustakaan, meneliti laboratorium, mengamati
o   Guru mengntrol apa yangdikerjakan siswa, memberi saran/pertanyaan, membantu merumuskan kesimpulan bila perlu
§  Fase kulminasi
o   Hasil kerja siswa dibawa kembali kesekolah
o   Hasil informasi disusn ,diolah, sehingga menghasilkan  sesuatu yang bisa dilihat orang banyak misalnya hasil kerajinan, hasil perkebunan atau lainnya
Keunggulan Unit Teaching adalah :
§   Siswa dapat belajar secara keseluruhan yang bulat sehingga hasil pelajarannya menjadi lebih berarti baginya
§  Pengajaran menimbulkan suasana kelas demokratis
§  Siswa bisa menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
§  Dapat direalisir  prinsip-prinsip psikologi belajar modern

Kelemahan metode ini :
§  Untuk merencanakan unti tidak mudah
§  Memerlukan seorang ahli  yang betul-betul menguasai masalah
§  Memerlukan kecakapan, ketekunan
§  Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa
§  Kemungkinan pelajaran disajikan tidak mendalam karena terlalu luas sehinga pengetahuan siswa hanya bersifat mengambang

4.       Micro Teaching
Mikro teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segala dikecilkan atau disederhanakan, yaitu :
§  Jumlah murid , 5 sampai 6 orang
§  Waktu mengajar antara 5 sampai 10 menit
§  Bahan pelajaran hanya mencangkup satu atau dua unit kecil yang sederhana
§  Keterampilan  mengajar difokuskan pada beberapa keterampilan khusus saja

Kebaikan Micro teachingadalah:
§  Pengalaman Laboratories
§  Menunjang pelaksanaan praktek keguruan
§  Mengurangi kesulitan /kerumitan dalam pengajaran di kelas
§  Memungkinkan ditingkatkannya pengawasan  yang ketat dan evaluasi  yang mantap, teliti dan obyektif
§  Mahaiswa dilatih bersifat kritis
§  Memupuk percaya diri sendiri bagi mahasiswa
§  Mengembangkan mahasiswa untuk aktif, kreatif serta bekerja efektif, produktif , efisien yang disertai penuh tanggung jawab
§  Sebagai wadah untuk mencari model keterampilan mengajar yang sesuai
§  Menampung proses mengajar ulangan sehingga ada kesempatan untuk memperbaiki secara langsung
§  Mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat kelemahan /kebaikan  serta mendorong untuk memperbaikinya
§  Tempat yang baik untuk mengembangkan dan mengadakan research dalam kegiatan belajar mengajar
§  Merupakan jembatan antara teori dan praktek mengajar
§  Menggalang kerjasama mahasiswa/dosen/guru
§  Merupakan arena pengabdian masyarakat

Kelemahan Micro Teaching  adalah :
§  Dapat menimbulkan efek departementalisasi akan keterampilan mengajar
§  Dsalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada  keterampilan guru sebagai pengajar bukan sebagai guru dalam arti yang luas yaitu pendidik dam senagai pengajar
§  Memerlukan biaya yang banyak , peralatan mahal serta tenaga ahli dalam bidangh teknis maupun bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya
5.       Metode Inquiri

Keunggulan tehnik inquiri adalah :
§  Dapat membentuk dan mengembangkan “self-concept’ pada diri siswa sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik
§  Membantu dalam menggunaka ingatan dan transfer  pada situasi proses belajar yang baru
§  Mendorong siswa untuk berpikirr dan bekerja atas inisiatif sendiri
§  Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesa sendiri
§  Situasi  proses belajar menjadi lebih terangsang
§  Memberi kepuasan yang bersifat intrinsic
§  Siswa dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional
§  Dapat memberi waktu siswa scukupnya sehingga  mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi


6.       Metode Penampilan
Metode Penampilan berbentuk pelasanaan paktek oleh siswa dibawah bimbingan dari  dekat oleh  Pengajar.
Jika  metode ini dipergunakan dalam pengajaran harus :
·         Memberikan  penjelasan yang cukup kepada siswa selama berpraktek
·         Melakukan tindakan pengamana sebelum kegiatan praktek dimulai untuk keselamatan siswa yang menggunakan

Metode Penampilan digunakan :
·         Pelajaran telah mencapai tingkat lanjutan
·         Kegiatan pembelajaran bersifat  normal, latihan kerja atau magang
·         Siswa mendapat kemungkinan untuk menerapkan apa yang dipelajari kedalam situasi yang sesungguhnya
·         Kondisi praktek sama dengan kondisi kerja
·         Adanya bimbingan selama praktek
·         Kegiatan ini  menjadi remedial bagi siswa

Keterbatasan  penggunaan metode ini adalah :
·         Membutuhkan waktu yang lama
·         Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus
·         Membutuhkan pengajar yang lebih banyak        

7.       Metode Diskusi
Metode   ini merupakan interaksi antar siswa atau siswa dengan guru  untuk menganalisa, memecahkan masalah, menggali atau memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu.
Yang dibutuhkan bila menggunakan metode ini adakah :
·         Menyediakan bahan/topik atau masalah yang akan didiskusikan
·         Menyebutkan pokok-pokok masalah yang akan dibahas atau memberikan penugasan studi khusus kepada siwa sebelum menyelenggarakan diskusi
·         Menugaskan siswa untuk menjelaskan , menganalisa dan meringkas.
·         Membimbing diskusi , tidak  memberi ceramah
·         Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam mendiskusikannya
·          Waspada terhadap kelompok yang tampak kebingungan atau berjalan dengan tidak menentu
·         Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain

Model  ini  cocok digunakan :
·         Siswa berada di tahap menengah atau tahap akhir proses belajar
·         Pelajaran normal atau magang
·         Perluasan pengetahuan yang telah didiskusikan
·         Belajar mengidentifikasi dan memecahkan masalah   serta mengambil keputusan

8.       Metode Ceramah
Metode ini berbentuk  penjelasan konsep, prinsip dan fakta pada akhir perkuliahan ditutup dengan Tanya jawab antara  dosen dan mahasiswa .
Metode ini  dapat  dilakukan  :
·         Untuk memberikan pengarahan , petunjuk diawal pembelajaran
·         Waktu terbatas, sedangkan materi / informasi banyak yang akan disampaikan.
·         Lembaga pendidikan sedikit memiliki staf pengajar  dengan siswa yang banyak
Kelebihan Metode Ceramah :
·         Guru mudah menguasai  kelas
·         Mudah mengorganisasikan tempat  duduk / kelas
·         Dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah besar
·         Mudah  mempersiapkan dan melaksanakannya
·         Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik

Keterbatasan metode ceramah adalah :
·         Keberhasilan siswa tidak terukur
·         Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur
·         Peran serta siswa  dalam  pembelajaran rendah
·         Pembicara sering melantur
·         Bila sering digunakan dan terlalu lama membosankan

9.       Metode  Demonstrasi
Metode demontrasi dapat dilaksanakan manakala:
·         Kegiatan pembelajaran berrsifat  normal, magang atau latihan bekerja
·         Bila materi pelajaran berbentuk  keterampilan  gerak
·         Guru, pelatih , instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang
·         Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan
·         Untuk menumbuhkan motivasi  siswa tentang latihan/ praktik yang kita  laksanakan
·         Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan
·         Bila  beberapa masalah yang menimbulkan  pertanyaan  pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi 

Batas-batas metode ini  adalah :
·         Demonstrasi  akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat didemostrasikan tidak dapat diamati dengan seksama   oleh  siswa
·         Demonstrasi  menjadi kurang  efektif bila tidak diikuti  dengan  sebuah aktivitas dimana  para  siswa sendiri dapat  ikut  bereksperimen dan menjadikan aktifitas itu pengalaman ptribadi
·         Tidak semua hal dapat didemosntrasikan di dalam kelompok
·         Kadang-kadang bila suatu alat dibawa ke dalam kelas kemudian didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses  dalam situasi  nyata
·         Jika setiap orang diminta mendemostrasikan maka dapat menyita waktu yang banyak dan membosankan bagi peserta lainnya

Kelebihan metode ini :
·         Mebuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret
·         Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
·         Proses pengajaran lebih menarik
·         Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan

Kekurangan Metode ini :
·         Memerlukan keterampilan guru secara khusus
·         Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
·         Memrlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang

10.   Metode Tanya jawab
Metode  Tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh siswa.

Kelebihan metode ini :
·         Lebih mengaktifkan siswa dibandingkan dengan metode ceramah
·         Siswa akan lebih cepat mengerti , karena memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas atau belum dimengerti sehingga guru dapat menjelaskan kembali
·         Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat
·         Mengetahui perbedaan pendapat anatar siswa dan guru , dan akan membawa kearah suatu diskusi
·         Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa


Keterbatasan metode ini adalah :
·         Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit
·         Mempersyaratkan  siswa  memiliki  latar  belakang  yang cukup  tentang  topik  atau  maslah yang didiskusikan
·         Dapat menimbulkan beberapa masalah baru
·         Mudah menyimpang dari pokok persoalan
·         Metode ini tidak tepat digunakan pada tahap awal  proses  belajar bila  siswa baru  diperkenalkan  kepada bahan pembelajaran yang baru
·         Apatis  bagi  siswa  yang tidak  terbiasa  dalam  forum

11.   Metode Studi  Mandiri
Metode  studi  mandiri berbentuk  pelaksanaan  tugas  membaca  atau  penelitian  oleh  siswa  tanpa  bimbingan  atau  pengajaran  khusus.

Metode  ini digunakan :
·         Pada  tahap  akhir
·         Dapat  digunakan  pada semua  mata  pelajaran
·         Menunjang metode pembelajaran  yang  lain
·         Meningkatkan  kemampuan kerja siswa
·         Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat
·         Memberi  kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa dicampuri siswa lain


12.   Metode Pembelajaran Terprogram
Metode ini menggunakan bahan pelajaran yang disiapkan secara khusus
Ketika menggunka metode ini , yang harus diperhatikan adalah :
·         Siswa-siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran tersebut
·         Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan tersebut  bukan tes
·         Tersedianya  sumber yang dapat membantu siswa apabila mengalami kesulitan
·         Secar periodik, siswa  harus dicek kemampuannya untuk memnuatnya benar-benar belajar

Metode ini dugunakan apabila :
·         Kurang mendapat interaksi social
·         Semua tahap belajar , dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar siswa dapat deprogram secara lengkap/utuh
·         Pelajaran formal , belajar jarak jauh dan magang
·         Mengatasi kesulitan perbedaan individual
·         Mempermudah siswa belajar dalam waktu yang diinginkan

Keterbasan metode ini adalah :
·         Bahan pelajaran yang telah dikumpulkan dengan baik membuat setiap siswa melalui urutan  kegiatan belajar yang sama. Hal ini membuat metode kurang fleksibel
·         Biaya pengembangan yang tinggi
·         Siswa kurang mendapat interaksi sosial

13.   Metode Tugas dan Resitasi
Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan  tugas tertentu agar siswa melakukankegiatan belajar.
Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak , sementara waktu sedikit.
Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah (PR), tetapi jauh lebih luas.

Langkah-langkah yang harus diikuti  metode tugas dan resitasi adalah :
·         Fase Pemberian tugas
o   Tujuan yang akan dicapai
o   Jenis tugas yang jelas dan tepat
o   Sesuai dengan kemampuan siswa
o   Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
o   Sediakan waktu yangcukup untuk mengerjakan tugas tersebut
·         Langkah Pelaksanaan Tugas
o   Diberikan bimbingan/ pengawasan oleh guru
o   Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
o   Diusahakan /dikerjakan  oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
o   Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh
·         Fase mempertanggungjawabkan Tugas
o   Laporan siswa baik lisan/ tertulis dari apa yang dikerjakannya
o   Ada Tanya jawab/diskusi kelas
o   Penilaian hasil  pekerjaan siswa baik dengan tes maunpun non tes

Kelebihan Metode ini adalah :
§  Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
§  Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
§  Dapat membina tanggung jwab dan disiplin siswa
§  Dapat mengembangkan kreativitas siswa

Kekurangannya adalah :
§  Siswa sulit dikontrol  mengenai pengerjaan tugas
§  Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja , sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
§  Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan pervedaan  individu siswa
§  Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa


14.   Metode Latihan
Metode ini  disebut juga metode training, merupakan suatu cara mengajar yangbaik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
Metode ini dapat digunakan juga untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan , kesempatan dan keterampilan

Kelebihan metode ini adalah :
·         Untuk memperoleh keclapan motorik seperti menulis, melafalkan huruf, kata-kata atau kalimat, membuat alat-alat , menggunakan alat-alat (mesin permainan dan atletik) dan termapil menggunakan peralatan olah raga.
·         Memperoleh kecakapan mental seperti dalam perkalian , menjumlahkan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda dan sebagainya
·         Untuk memeproleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat seperti huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan symbol, membaca peta dan lainnya
·         Pembetukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
·         Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak nenerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya
·         Pembentukan kebiasaan-kebiasaan  membuat gerakan-gerakan yang kompleks , rumit menjadi lebih otomatis

Kekurangan Metode Latihan :
·         Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian
·         Menimbulkan penyesuaian secara  statis keada lingkungan
·         Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secar berulang-ulang merupakan hal yang monoton, mudah membosankan
·         Membentuk kebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis
·         Dapat menimbulkan verbalisme

15.   Metode Latihan bersama teman
Metode ini memanfaakan siswa yang telah lulus atau berhasil. Dalam pengunaan metode ini yang perlu diperhatikan adalah :
·         Seorang siswa memperhatikan seorang siswa yang telah mencapai tingkat lanjut dalam melaksanakan semua tugas dibawah bimbingan pelatih
·         Setelah mengenal tugas tersebut, siswa dilatih dalam keterampilan melakukannya
·         Setelah lulus , ia menjadi pelatih  untuk siswa lainnya

Kelemahan  metode ini  adalah :
·         Terbatasnya  siswa yang dapat dilatih dalam satu periode tetentu
·         Kegiatan latihan harus senantiasa dikontrol secara langsung untuk memelihara kualitas



16.   Metode Simulasi
Metode in menampilkan symbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang sebenarnya.

Penggunaan metode ini perlu memperhatikan beberapa hal :
·         Pada tahap permulaan proses belajar, diperlukan tingkat dibawah relaitas . Siswa diharapkan mengidentifikasikan lokasi tujuan, sifat-sifat benda, tindakan yang sesuai dengan kondisi tertentu, dan sebagainya
·         Pada tahap pertengahan proses belajar, diperlukan tingkat realitas yang memadai. Siswa diharapkan dapat mempelajari sesuatu dalam kaitan dengan pengetahuan yang lebih luas dan memulai mengkoordinasikan keterampila- keterampilan.
·         Pada tahap akhir, diperlukan tingkat realitas yang tinggi.
·         Siswa diharapkan dapat melakukan pekerjaan seperi yang seharusnya

Metode ini dilakukan bila :
·         Pendidkan formal atau magang
·         Memberi  kegiatan-kegiatan yang analogis
·         Memungkinkan praktek dan umpan balik dengan resiko kecil
·         Diprogramkan sebagai alat pelajaran mandiri

Kelemahan metode ini :
·         Biaya pengembangannya tinggi dan perlu waktu lama
·         Fasilitas dan alat-alat khusus yang dibutuhkan mungkin sulit diperoleh serta mahal harganya dan pemeliharaannya
·         Resiko siswa atau pengajar tinggi

17.   Metode Pemecahan Masalah
Metode ini dikenall sebagai Metode Brainstorming merupakan metode yang merangsang berpikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa
Metode ini dapat dilaksankan pabila siswa telh berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula.

Penggunaan metode ini  dengan mengikuti langkah-langkah sebagi berikut :
·         Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan
·         Mencari data atau keterangan  yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
·         Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut
·         Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut
·         Menarik  kesimpulan artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi

Kelebihan Metode Pemecahan Masalah :
·         Dapat  membuat pendidikan sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan khususnya dengan dunia kerja
·         Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil ,
·         Merangsang pengembangan kemampuan berpikir seiswa secara kreatif dan menyeluruh.

Kekurangan Metode ini adalah :
·         Mementukan masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat  berpikir siswa , sekolah dan kelas serta pengetahuan  dan pengalaman yang telah dimiliki  siswa.
·         Seringmemerlukan waktu yang cukup banyak dan seringmengambil waktu pelajaran lainnya
·         Mengubah kebiasaan  siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan masalah sendiri atau kelompok

18.   Metode Studi Kasus
Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah kejadian, atau situasi tertentu , kemudian siswa ditugasi mencari alternative pemecahannya.
Metode ini dapat dikembangkan atau diterapkan pada siswa, manakala  siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini

Keterbatasan metode ini :
·         Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa
·         Mengembangkan kasus sangat mahal
19.   Metode Insiden
Metode ini mirip dengan metode studi kasus akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa

20.   Metode Praktikum
Metode ini dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan , aba-aba petunjuk

21.   Metode Proyek
Metode ini merupakan pemberian tugas kepada semua siswa untuk dikerjakan secara individual. Siswa dituntut untuk mengamati, membaca, meneliti,. Kemudian siswa dimintakan untuk membuat laporan dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah. Metode ini bertujuan membentuk analisis masing-masing siswa

Kelebihan metode ini :
·         Dapat merombak pola pikir siswa dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan
·         Anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan , sikap dan keterampilan dengan terpadu yang diharapkan dalam kehidupan sehari-hari

Kekurangan Metode Proyek adalah :
·         Kurikulum yang berlaku belum menunjang pelaksanaan metode ini
·         Organisasi bahan pelajarn, perencanaan dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru sedangkan guru belum disiapkan untuk ini.
·         Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik , cukup fasilitas dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan
·         Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas

22.   Metode bermain peran
Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik.
Metode yang melibatkan interaksi antara dus siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan metode ini adalah:
·         Penetuan topik
·         Penentuan anggota pemeran
·         Pembuatan lembar kerja
·         Latihan singkat dialog
·         Pelaksanaan pemainan peran

23.   Metode Seminar
Merupakan  kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut  agar berperan aktif dankepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.

24.   Metode Simposium
Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.
Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri  atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda.

25.   Metode  Sosiodrama
Ialah cara  mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peranan tertentu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode ini adalah :
·         Agar siswa dapat menghayati dan mengehargai perasaan orang lain
·         Dapat belajar bertanggung jawab
·         Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan
·         Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah
Kelebihan Metode Sosiodrama :
·         Siswa terlatih berinisiatif serta kreatif
·         Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya
·         Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah
·         Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain
·         Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya

Kekurangan Metode  Sosiodrama :
·         Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama menjadikurang aktif
·         Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan maupun waktu pelaksanaan pertunjukan
·         Memerlukan tempat yang cukup luas jika tbermain sempit menjadi kurang bebas
·         Kelas lain sering terganggu oleh suara  para pemain dan penonton yang terkadang bertepuk tangan dan berperilaku lainnya

26.   Metode Tutorial
Merupakan cara menyapaikan bahan pelajaarn yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikantentang masalh-masalah dan kemajuan yang ditemui secara periodik.

27.   Metode Deduktif
Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atu contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teori ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus.

Metode ini tepat dipergunakan :
·         Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari
·         Isi pelajaran meliputi terminology, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis,
·         Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicara yang baik
·         Waktu yang tersedia sedikit

28.   Metode Induktif
Metode induktif dimulai dengan pemberan berbagai kasus , fakta , contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian sswa dibimbing untuk berusaha keras mensitesiskan, merumuskan atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajarn tersebut . Metode ini disebut metode discovery atau Socratic

Metode ini tepat digunakan :
·         Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan , terampil mengulang pertanyaan dan sabar
·         Waktu yang tersedia cukup panjang

29.   Metode KaryaWisata
Ialah Suatu cara  penguasaan bahan pelajaran oleh para siswa dengan jalan membawa mereka langsung ke objek yang terdapat diluar kelas atau dilingkungan kehidupan  nyata.

Kelebihan Metode Karyawisata :
·         Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
·         Membuat bahan yang dipelajari disekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat
·         Pengajaran daoat lebih merangsang kretifitas anak

Kekurangan  metode ini :
·         Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
·         Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang
·         Sering  unsure studinya terabaikan
·         Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik siswa di lapangan
·         Biaya nya cukup mahal
·         Memerlukan tangung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata jangka panjang dan jauh

30.   Metode Eksperimen
Metode ini  adalah metode pemebrian kesempatan kepada siswa perseorangan dan kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan
Kelebihan metode eksperimen :
·         Dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri
·         Siswa dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi tentang ilmu dan teknologi
·         Akan terbina manusia yang membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia

Kekurangan Metode Eksperimen :
·         Tidak cukup alat-alat mengakibatkan tidak setiap siswa berkesempatan mengadakan eksperimen
·         Metode ini menuntut ketelitian , keuletan dan ketabahan
·         Memerlukan jangka  waktu yang lama
·         Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi

31.   Metode Bercerita
Ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakekatnya metode bercerita sama dengan  metode ceramah. Karena informasi disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada oaring lain

Kelebihan  Metode Bercerita :
·         Guru mudah menguasai kelas
·         Guru dapat meningkatkan kosentrasi siswa dalam waktu yang relative la,a
·         Mudah menyiapkannya
·         Mudah melaksanakannya
·         Dapat diikuti  oleh siswa dalam jumlah banyak

Kekurangan Metode Bercerita :
·         Siswa terkadang terbuai dengan jalannya cerita sehingga tidak dapat meengambil intisarinya
·         Hanya Guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat
·         Menyebabkan siswa pasif karena guru aktif
·         Siswa lebih cenderung  hafal isi ceita daripada sari cerita yang dituturkan

Minggu, 09 Januari 2011

PENGERTIAN PARAGRAF INDUKTIF


Kata kunci: “dari khusus ke umum”
Sesuai dengan namanya, induktif adalah hal khusus menuju hal umum. Ya itu kuncinya "dari yang khusus menuju yang umum. Bila diuraikan, jangan terpatok pada gaya definisi seseorang, coba uraikan sendiri definisi paragraf induktif dengan kata kunci "dari khusus ke umum" tadi. Atau kalau memang malas menguraikan, mari lihat definisi berikut;
Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Masih kurang puas dengan definisi tersebut? Baiklah karena definisi yang baik disertai dengan batasan dan ciri-cirinya. Kita uraikan ciri-cirinya. Ciri-ciri paragraf induktif dapat diketahui dengan melihat atau membuat sebuah paragraf. Apabila dalam paragraf itu mula-mula menyebutkan peristiwa khusus dan diakhiri dengan kesimpulan berdasar peristiwa khusus tersebut, maka bisa dipastikan anda sedang membaca atau membuat paragraf induktif.
Ingin paragraf diatas dibuat terpisah dalam bentuk item ciri-ciri, agar lebih mudah difahami? Oke, berikut ciri-ciri paragrad induktif dalam bentuk list:

Ciri-ciri Paragraf Induktif

  • Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
  • Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas 
    Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
  • Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
  • Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

PENALARAN PARAGRAF

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Data adalah catatan atas kumpulan fakta[1]. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Fakta adalah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bisa
dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas sesuatu. Dalam kode etik jurnalistik, pasal 3 ayat (30) dijelaskan antara lain,
“…di dalam menyusun suatu berita, wartawan Indonesia harus membedakan
antara kejadian (fact) dan pendapat (opini) sehingga tidak mencampuradukkan.
Dua jenis penalaran

(1) Penalaran langsung: penalaran yang premisnya hanya terdiri dari sebuah premis saja. Terbagi atas:

a) Perlawanan (oposisi)

b) Pembalikan (konversi)

(2) Penalaran tak langsung: Penalaran yang premisnya lebih dari satu. Terbagi atas:

a) Penalaran Induksi

b) Penalaran Deduktif’

Perlawanan Sebagai Penalaran Langsung
Paragraf induktif: Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

1. Generalisas: Penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

2. Analogi: Penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.

3. Paragraf hubungan sebab akibat: Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.

4. Paragraf hubungan akibat sebab: Paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan.

Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebabyang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul beberapa akibat.

Perlu diketahui bahwa induksi matematika bukanlah bentuk penalaran induktif. Sementara induksi matematika mungkin terinspirasi oleh non-basis kasus, perumusan dasar tegas menetapkan kasus itu sebagai bentuk penalaran deduktif.


Generalisasi

Sebuah generalisasi (lebih tepatnya, induktif generalisasi) hasil dari sebuah premis tentang sampel pada suatu kesimpulan tentang populasi.



Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatuperistiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Contoh :
Sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.
Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)
Bentuk silogisme
  • Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.
  • Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.
Misalnya:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang hujan
Konklusi : Maka jalanan basah.
Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang jalanan basah
Konklusi : Maka hujan.

Distribusi Term
Menurut kualitas dan kuantitas proposisi, term mungkin bersifat distributif atau nondistributif. Suatu term dikatakan distributif, jika meliputiseluruh denotasinya, dan dikatakan nondistributif, Jika hanya meliputi sebagian saja.
Dengan demikian, maka dalam proposisi
A : S distributif, P nondistributif.
E : S distributif, P distributif.
I : S nondistributif, P nondistributif
O : S nondistributif, P distributif.~’

Contoh:
Premis mayor (MY) : Manusia makhluk rasional
Premis minor (MN) : Kucing bukan manusia
Kesimpulan (K) : Kucing tidak rasional
My : Setiap manusia pernah lupa
Mn : Mahasiswa adalah manusia
K : Mahasiswa pernah lupa.
Dari uraian di atas dapat diringkaskan bahwa:
a. Silogisme merupakan bentuk penalaran deduktif yang formal.
b. Proses penalaran dimulai dari premis mayor melalui premis minor sampai pada kesimpulan.
c. Strukturnya tetap: premis mayor, premis minor, kesimpulan.
d. Premis mayor berisi pernyataan umum.
e. Premis minor berisi pernyataan yang lebih khusus yang merupakan bagian premis mayor (term mayor).
f. Kesimpulan dalam silogisme selalu lebih khusus daripada premisnya.

FORMAT MAKALAH


HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN DAFTAR ISI
HALAMAN GAMBAR/GRAFIK (JIKA ADA)


BAB I : PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Berisi tentang alasan pemilihan tema dalam pembuatan paper/makalah.


1.2. TUJUAN
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dengan pembuatan makalah/paper.


1.3. RUANG LINGKUP MATERI
Berisi tentang ilmu atau teori yang berkaitan dengan tema yang diambil dalam makalah/paper.


BAB II : DASAR TEORI/LANDASAN TEORI
Berisi tentang pembahasan dan penelitian tentang ilmu ataupun teori yang sudah pernah dibahas oleh para ahli berkaitan dengan tema makalah/paper yang dipilih. Materi yang dibahas secara teoritis dikaitkan dengan aplikasi praktis teori/ilmu tersebut dalam kenyataan kehidupan keseharian.
Untuk menuliskan teori yang diambil dari para ahli jangan lupa mencantumkan nama, tahun atau buku yang pernah memuat teori tersebut. Sehingga sumber/nara sumbernya jelas dan tidak diragukan. Kalau membuat kutipan harap mencantumkan pula halaman di mana kutipan tersebut diambil.


BAB III : PEMBAHASAN


Berisi tentang data yang diperoleh di lapangan/kenyataan dan dikaitkan dengan ilmu atau teori yang sudah ada. Jika ada kesesuaian dibahas lebih lanjut dan dapat pula dimasukkan pendapat pribadi yang berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide.
Jika memang ditemukan ketidaksesuaian antara teori atau ilmu yang sudah ada dengan kenyataan di lapangan, hal ini juga perlu dibahas untuk melihat mengapa hal ini dapat terjadi.Dapat pula dimasukkan pendapat pribadi berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide sehingga antara kenyataan dengan ilmu yang ada, baik yang ada hubungannya maupun tidak, dapat dijelaskan dengan baik dan rinci.

BAB IV : PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Berisi tentang simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.




4.2. USUL DAN SARAN
Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan.

DAFTAR PUSTAKA
Berisi seluruh sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah/paper. Daftar pustaka berupa buku, surat kabar, majalah, informasi dari situs internet dan lain-lain. Penulisannya secara lengkap dan mengikuti kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

LAMPIRAN
Berisi seluruh gambar/foto ataupun grafik atau juga data yang mendukung dalam pembuatan makalah.


GURU DAN STATEGI PEMBELAJARAN

WRITTEN BY SUHARTONO, S.PD.   
WEDNESDAY, 22 JULY 2009 09:17
Banyak tim sepakbola yang kalah karena strategi. Banyak tim sepakbola menang juga karena strategi. Strategi yang ada dijalankan setengah-setengah membahayakan tim. Dia harus dijalankan sepanjang pertandingan. Lihat saja, bagaimana Barcelona mampu menaklukan MU di final liga Champion 2008-2009 lalu. Dua nol tanpa balas. Strategi Pep Guardiola jitu. Apa strateginya : fokus dan menyerang. Fokus memantau pergerakan bola dan lawan terutama CR7. Menyerang, adalah metode sepakbola dengan menyerang bukan bertahan dan menguasai lapangan tengah.
Hal yang sama juga dilakukan terhadap kelas-kelas pembelajaran. Memang output-nya bukan angka kemenangan di sepakbola, melainkan pencapaian kompetensi. Standar kompetensi sudah disusun. Bahkan ada Standar Kompetensi Lulusan pada setiap mata pelajaran dan setiap jenjang kelas.

Untuk menjamin pencapaian kompetensi itu, tidak pelak guru harus mempunyai strategi pembelajaran. Menurut Sudirdja dan Siregar (2004:6) Strategi pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah (facilitated) pencapaiannya. Di sini, strategi mencerminkan keharusan untuk mempermudah tujuan pembelajaran. Miarso (2004:530) berpandangan bahwa strategi pembelajaran merupakan pendekatan yang menyeluruh dalam sebuah sistem pembelajaran dalam bentuk pedoman dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran. Miarso menekankan bahwa strategi mencerminkan pendekatan mencapai tujuan pembelajaran. Lebih teknis yang diungkap oleh Gagne (1987:126) strategi pembelajaran meliputi sembilan aktivitas dalam pembelajaran yakni menarik perhatian siswa, memberikan informasi tujuan pembelajaran pada siswa, mengulang pembelajaran yang bersifat prasyarat untuk memastikan siswa menguasainya, memberikan stimulus, memberi petunjuk cara mempelajari materi yang bersangkutan, menunjukkan kinerja siswa terkait dengan apa yang sudah disampaikan, memberikan umpan balik terkait dengan kinerja atau tingkat pemahaman siswa, memberikan penilaian, dan memberikan kesimpulan.

Satu lagi strategi pembelajaran ditawarkan oleh Munif Chatib dalam Sekolahnya Manusia : Sekolah Berbasis Inteligences di Indonesia. Ia (2009: 134-152) mengatakan ”Banyak guru menemui kesulitan dalam merancang dan mendesain strategi pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan gaya belajar siswa.” Di sini, ia menekankan guru tidak sekadar mempunyai strategi pembelajaran, tanpa menyelaraskan dengan gaya belajar yang ada pada siswa. Oleh karena itu, Munif menyarankan strategi pembelajaran yang berbasis kecerdasan majemuk ada lima langkah.

Langkah pertama, strategi pembelajaran yang baik adalah batasi waktu guru dalam melakukan presentasi (30%), limpahkan waktu terbanyak (70%) untuk aktivitas siswa. Dengan aktivitas tersebut, secara otomatis siswa akan belajar. Kompetensi yang telah disusun baru akan terbentuk bila ada sarana siswa untuk memperolehnya yakni pengalaman belajar. Dengan 70% siswa berarti terlibat aktif dan penuh dalam meraih kegiatan belajar untuk memperoleh pengalaman belajarnya. Venon Magnesen dari Texas University dalam laporan penelitiannya menyebutkan otak manusia lebih cepat menangkap informasi yang berasal dari modalitas visual yang bergerak dengan melihat, mengucapkan, dan melakukan yang mencapai 90%

Langkah kedua, Untuk merancang strategi pembelajaran yang terbaik adalah gunakan modalitas belajar yang tertinggi, yaitu dengan modalitas kinestetis dan visual dengan akses informasi melihat, mengucapkan, dan melakukan sebagaimana penelitian Magnesen di atas.

Langkah ketiga, mengaitkan materi yang diajarkan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari yang mengandung keselamatan hidup. Pengalaman belajar siswa akan mendukung muatan emosi yang kuat pada diri peserta didik. Inilah yang oleh Bobby dePorter disebut AMBAK, Apa manfaatnya bagiku.

Langkah keempat, guru menyampaikan materi kepada siswa dengan melibatkan emosinya. Hindarkan pemberian materi secara hambar dan membosankan. Keberhasilan supercamp sebagai suatu model dalam pembelajaran menunjukkan bahwa keterlibatan emosi dan suasana yang menyenangkan membuat siswa berhasil dalam pembelajarannya.

Langkah kelima, pembelajaran dengan melibatkan partisipasi siswa untuk menghasilkan manfaat yang nyata dan dapat langsung dirasakan oleh orang lain. Siswa merasa mempunyai kemampuan untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Bagaimana agar pembelajaran guru diingat selalu oleh siswa dalam memori jangka panjang? Setidaknya ada 4 kategori informasi yang akan masuk ke memori jangka panjang di otak para siswa :

1)     terkait dengan keselamatan hidup

2)     memiliki muatan emosi yang kuat terhadap seseorang

3)     memberikan penghargaan terhadap eksistensi diri

4)     mempunyai frekuensi yang tinggi (selalu diulang-ulang)

Oleh karena itu, sangat baik bila guru selalu berpikir untuk mengajak para siswa menghasilkan produk tertentu dalam pembelajaran sebagai hasil belajar para siswa. Produk ini akan lebih bertahan lama dalam memori jangka panjang siswa. Yang termasuk dalam produk hasil belajar adalah : benda/karya  intelektual yang dapat ditampilkan siswa (misalnya buletin sekolah, website sekolah karya siswa, lukisan, buku kumpulan karya siswa, antologi puisi, dan lain-lain), penampilan (yang menunjukkan kemampuannya di depan publik misalnya grup teater, pidato, debat, dan sebagainya), dan proyek edukasi (misalnya penelitian ilmiah remaja, proyek bantuan sosial, proyek pameran pendidikan, dan sebagainya).

Tampaknya langkah-langkah di atas mudah untuk ditulis. Belum tentu untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, tidak ada jaminan Anda, pembaca, setelah membaca tulisan ini langsung mampu mempraktikkan strategi pembelajaran. Ini perlu proses.

Para guru yang budiman, sebenarnya sangat bervariasi strategi pembelajaran itu diterapkan oleh setiap guru. Yang terpenting adalah guru mempunyai strategi pembelajaran yang tepat, berlandaskan ilmu, dan strategi itu mencapai kompetensi siswa yang diinginkan bahkan lebih tinggi dari itu, jika memungkinkan. Mengapa tidak?.


free counters